Event Maret: “Quality Time Bersama Anak untuk Ibu Bekerja”

Pada bulan Maret ini, Growing Tree kembali mengadakan event Main Bersama di Sabtu Pagi pada tanggal 14 Maret 2015. Tema event kali ini adalah “Quality Time Bersama Anak untuk Ibu Bekerja” yang akan dibawakan oleh teman kami Reti Oktania (seorang ibu dari putri berusia 2 tahun, HR Manager  Ford Motor Company Indonesia dan co-founder Rumah Bermain Kembang Gula Jakarta).

poster

Info dan pendaftaran dapat menghubungi Gita (08112414009)

Latihan Kemandirian di Growing Tree

Kemandirian merupakan salah satu aspek pada tugas perkembangan anak usia dini. Jika tuntas diselesaikan pada masanya akan lebih mudah menyelesaikan tugas perkembangan di usia selanjutnya. Pola asuh sangat memengaruhi pembentukan kemandirian anak. Kekhawatiran berlebihan dari orang tua atau pendamping pengasuhan anak dapat membentuk persepsi pada anak bahwa ia tidak mampu melakukan segala sesuatu sendiri. Efek jangka panjang dari pola pengasuhan ini, dapat menimbulkan ketergantungan anak pada sosok aman (orang tua atau pendamping pengasuhan) walau usianya sudah bukan balita lagi.

Orang tua atau pendamping pengasuhan anak dapat melatih kemandirian mereka dengan cara: memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba melakukan kegiatan pada kategori self-help seperti: makan, bermain, mandi, sikat gigi, mengenakan pakaian atau sepatu. Disamping itu orang tua dan pendamping pengasuhan anak harus menyiapkan kesabaran yang cukup saat proses latihan ini berlangsung dan menyadari resiko selama proses ini : suasana yang berantakan atau waktu yang lebih lama dalam mengerjakan suatu aktivitas.

Makan siang

Di Growing Tree, kami mencoba melatih kemandirian adik-adik melalui kegiatan sehari-hari, termasuk membiasakan adik bayi daycare yang usianya sudah di atas 1 tahun. Adik-adik dimotivasi dan diberi kesempatan untuk mencoba aktivitas kategori self-help, termasuk makan sendiri.  Kakak pendamping ikut mendampingi adik agar mencoba variasi makanan baru dan mengajarkan adik agar makan dengan tertib di meja makan.  Lihat mereka terlihat sangat antusias menikmati makanannya. Agar stimulasi ini dapat menjadi kebiasaan perlu konsistensi dan kesinambungan antara pola asuh orang tua dan pendamping pengasuhan anak.

Bermain Layang-Layang di Growing Tree

Ayah dan Ibu pernah bermain layang-layang di masa kecil? Bagaimana dengan adik-adik di rumah? Mungkin sudah jarang kita saksikan anak-anak bermain layang-layang di luar rumah di masa sekarang ya

Adik-adik di Growing Tree sudah pernah mencoba memainkan layang-layang, lho. Dengan memanfaatkan halaman pre-school dan daycare kami yang cukup luas, adik-adik mencoba menerbangkan layang-layang. Kemudian adik-adik jadi tau, bahwa untuk menerbangkan layang-layang diperlukan bantuan tenaga angin. Adik-adik sabar menunggu datangnya hembusan angin agar layang-layang bisa terbang. Ada juga yang berlarian kesana kemari mencoba hingga layang-layangnya dapat terbang.

Dengan kegiatan ini secara tidak langsung, kami memperkenalkan permainan tradisional kepada adik-adik di tengah gencarnya permainan virtual.

Merawat Taman Seperti Ibu

Suatu pagi di bulan September, adik-adik di Growing Tree melakukan kegiatan “pura-pura seperti ibu” kembali, setelah beberapa hari sebelumnya adik-adik mencuci baju mereka sendiri seperti yang biasa dilakukan ibu di rumah. Hari itu adik-adik dengan hati senang menyirami rumput di playground Growing Tree yang cukup luas dan membantu kakak-kakak pendamping mengurus kebun kecil kami.

Adik-adik amat antusias mengisi watering can dengan air, kemudian menyiramkan air ke rumput dan tanaman yang membutuhkan minuman.

Kolase Merawat Taman

Kegiatan hari itu dilanjutkan dengan menyelesaikan proyek buku keluarga, menyelesaikan puzzle wajah ibu dan menghias 1 bagian buku keluarga.

Proyek “Buku Keluarga”

Aktivitas bermain di Growing Tree menggunakan konsep tematik. Dimana setiap tema akan dimainkan dan berlangsung selama 3 (tiga) bulan. Hal ini dimaksudkan agar adik-adik dapat mengeksplorasi setiap tema kegiatan lebih dalam dan detail.

Kami pernah menjadikan kumpulan puzzle foto anak dan anggota keluarga sebagai proyek yang bejudul “Buku Keluargaku”. Puzzle dibuat sederhana dari print foto anggota keluarga yang ditempel stick es krim dan dipotong. Berikutnya anak-anak menyusun gambar puzzle yang telah dipotong tersebut dan menempelnya di board yang dibentuk seperti rumah. Kemudian board tersebut disatukan sehingga berbentuk buku..

Buku Keluarga 1

Selain ditempel puzzle, buku keluarga adik-adik juga dihiasi berbagai ornamen seperti tempelan kancing, potongan gambar dari kertas kado bekas, cap daun kering dan sedikit finger painting dari tangan mungil adik-adik. Semoga dapat menjadi inspirasi kegiatan bersama anak di rumah ya, para ibu dan ayah

Mencoba Pekerjaan Ibu di Rumah

Dalam Tema Besar “Aku dan Keluargaku” kemarin, adik-adik mencoba mencuci baju sendiri seperti yang biasa dilakukan ibu di rumah.

Adik-adik menyiapkan ember, mengisinya dengan air, menambahkan sabun dan membuat gelembung sabun dengan campuran air dan sabun tadi. Ternyata tidak semua adik suka lho dengan sensasi rasa gelembung di tangan. Dengan kegiatan ini adik distimulasi untuk mencoba sensasi baru, tekstur baru, dan mengasah kepekaan taktil (sensori saraf-saraf di jari-jarinya).

01a588dcc1b251ad2860d36d1031022b36f69bbbb4

Kemudian masukkan deh baju-baju yang siap untuk dicuci. Kucek-kucek, peras bajunya, bilas, peras lagi, terakhir jemur deh.

Asyik yaaa adik-adik. Nanti bantu ibu cuci-cuci baju di rumah juga yaaa

013bcd92dfd0721e08c63e990a9be2a6afb7c2bf13

Sesi Membaca Buku Bersama di Growing Tree

Lihat, adik-adik Growing Tree Bandung nampak antusias saat sesi membaca buku bersama. Aktivitas ini merupakan salah satu kegiatan utama dalam program Literacy Metode Cambourne yang digunakan di Growing Tree.

Membacakan buku pada anak bermanfaat untuk stimulus perkembangan bahasa. Hal ini terlihat dari bertambahnya kosa kata baru dan penggunaan bahasa yang semakin baik diucapkan oleh anak. Selain itu kemampuan mendengar dan menyimak anak juga dikembangkan melalui aktivitas ini. Diharapkan saat telah dewasa nanti, anak-anak tidak hanya fasih berbicara namun juga dapat menjadi pendengar yang baik.

Jika para orang tua ingin anak-anaknya cinta pada aktivitas membaca, tidak ada cara yang lebih baik  daripada membacakan mereka buku sedari dini. Dari buku, anak-anak dapat menambah wawasan, ditanamkan karakter-karakter baik dan memperkaya imajinasi mereka. Seru kan melihat mereka berimajinasi menjadi ikan paus yang sedang berenang di laut dalam, menjadi gunung api yang sedang melontarkan lava panas atau bersalaman dengan Chistopher Colombus.

Satu hal lain yang tak kalah penting, kegiatan ini dapat menjadi ajang quality time antara orang tua dan anak. Bonding Anda dan anak akan semakin kuat jika aktivitas ini rutin dilakukan.

Happy reading, teman-teman 🙂

 

 

013bbb106358e7f6f9bcc5ceb54f5b4a5cc50c439d