Latihan Kemandirian di Growing Tree

Kemandirian merupakan salah satu aspek pada tugas perkembangan anak usia dini. Jika tuntas diselesaikan pada masanya akan lebih mudah menyelesaikan tugas perkembangan di usia selanjutnya. Pola asuh sangat memengaruhi pembentukan kemandirian anak. Kekhawatiran berlebihan dari orang tua atau pendamping pengasuhan anak dapat membentuk persepsi pada anak bahwa ia tidak mampu melakukan segala sesuatu sendiri. Efek jangka panjang dari pola pengasuhan ini, dapat menimbulkan ketergantungan anak pada sosok aman (orang tua atau pendamping pengasuhan) walau usianya sudah bukan balita lagi.

Orang tua atau pendamping pengasuhan anak dapat melatih kemandirian mereka dengan cara: memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba melakukan kegiatan pada kategori self-help seperti: makan, bermain, mandi, sikat gigi, mengenakan pakaian atau sepatu. Disamping itu orang tua dan pendamping pengasuhan anak harus menyiapkan kesabaran yang cukup saat proses latihan ini berlangsung dan menyadari resiko selama proses ini : suasana yang berantakan atau waktu yang lebih lama dalam mengerjakan suatu aktivitas.

Makan siang

Di Growing Tree, kami mencoba melatih kemandirian adik-adik melalui kegiatan sehari-hari, termasuk membiasakan adik bayi daycare yang usianya sudah di atas 1 tahun. Adik-adik dimotivasi dan diberi kesempatan untuk mencoba aktivitas kategori self-help, termasuk makan sendiri.  Kakak pendamping ikut mendampingi adik agar mencoba variasi makanan baru dan mengajarkan adik agar makan dengan tertib di meja makan.  Lihat mereka terlihat sangat antusias menikmati makanannya. Agar stimulasi ini dapat menjadi kebiasaan perlu konsistensi dan kesinambungan antara pola asuh orang tua dan pendamping pengasuhan anak.

Bermain Layang-Layang di Growing Tree

Ayah dan Ibu pernah bermain layang-layang di masa kecil? Bagaimana dengan adik-adik di rumah? Mungkin sudah jarang kita saksikan anak-anak bermain layang-layang di luar rumah di masa sekarang ya

Adik-adik di Growing Tree sudah pernah mencoba memainkan layang-layang, lho. Dengan memanfaatkan halaman pre-school dan daycare kami yang cukup luas, adik-adik mencoba menerbangkan layang-layang. Kemudian adik-adik jadi tau, bahwa untuk menerbangkan layang-layang diperlukan bantuan tenaga angin. Adik-adik sabar menunggu datangnya hembusan angin agar layang-layang bisa terbang. Ada juga yang berlarian kesana kemari mencoba hingga layang-layangnya dapat terbang.

Dengan kegiatan ini secara tidak langsung, kami memperkenalkan permainan tradisional kepada adik-adik di tengah gencarnya permainan virtual.